Cara Benar Mandi Wajib Setelah Haid Dan Bacaan Niatnya

December 17, 2020 by No Comments

Mengalami siklus  haid atau menstruasi setiap bulannya adalah salah satu diantara fitrah perempuan. Haid adalah proses alamiah tubuh seorang perempuan, dimana terjadinya peluruhan pada dinding rahim karena tidak ada ovulasi atau proses pembuahan. Perempuan yang sedang haid dianggap telah berhadas besar. Oleh karena itu mereka  yang sedang haid diharamkan membaca Al Quran, menyentuh atau membawa mushaf Al Quran, salat, berdiam diri di mesjid berhubungan suami istri, dan melalukan tawaf mengelilingi Ka’bah.

Setelah masa haidnya selesai, seorang perempuan harus segera melakukan mandi wajib untuk bisa suci kembali dari hadas besar. Oleh karena hal ini merupakan mandi wajib, maka harus dipenuhi dengan benar rukun rukunnya supaya mandinya dinyatakan sah dan perempuan bisa suci kembali setelah haid. Berikut dibawah ini fakta menarik tentang mandi wajib setelah haid yang harus diketahui, diantaranya yaitu :

  1. 2 Rukun Saat Melaksanakan Mandi Wajib Setelah Haid

Dalam kajian dengan judul “Konsep Al Ghuslu dalam Kitab Fikih Manhajj” dalam  jurnal Analisa terbitan Kemenag, disebutkan bahwa setidaknya ada dua rukun yang wajib dilakukan saat akan melakukan mandi wajib. Pertama, membaca niat saat menyiramkan air pertama ke tubuh. Kedua, mengguyurkan air ke seluruh badan lalu menghilangkan najis pada tubuh.

Pada bagian tubuh yang berambut atau berbulu, pastikan bahwa air harus mengalir hingga ke kulit. Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah, selain dua rukun yang telah disebutkan diatas, masih ada aktivitas lain saat mandi wajib yang hukum melakukannya itu adalah sunah muakad.

Orang yang mengabaikan sunah tersebut dianggap merugi, karena sesungguhnya melakukan amalan amalan sunah bisa menambah kekurangan pada amalan fardu.

  1. Cara Benar Mandi Wajib

Sebenarnya mandi wajib setelah haid bagi perempuan itu tidak berbeda dengan mandi wajib setelah berhadas besar lainnya. Bagi perempuan yang berhadas setelah haid, jika mengalami kesulitan dengan rambutnya yang tebal, maka dirinya boleh menggelung rambutnya selama mandi wajib.

Merujuk pada hadis dari Ummu Salamah, beliau bertanya “Wahai Rasulullah, aku seorang perempuan yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?”

Nabi SAW pun menjawab, “ Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyur kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu suci.” (HR. Muslim).

Setelah itu saat mandi wajib, sebagaimana yang telah tersirat dalam kitab Safinatun Najah, Syekh Salim bin Sumair Al Hadirami menyebutkan untuk melafalkan niat mandi wajib haid sebagai berikut :

“Nawaitu ghusla liraf’il hadatsil akbar minal haidil fardlon lillahi ta’ala.”

Artinya : “Aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Ta’ala”.

Kemudian melakukan langkah langkah mandi wajib seperti dibawah ini :

  • Mengambil air di kamar mandi, lalu membasah tangan 3 kali.
  • Membersihkan najis atau kotoran yang menempel pada seluruh tubuh.
  • Berwudhu.
  • Mengguyur kepala 3 kali, bersamaan dengan mengucapkan niat (rambut boleh digelung).
  • Menyiramkan air keseluruh badan, mulai dari bagian kanan lalu ke kiri.
  • Menggosok seluruh tubuh sebanyak 3 kali, baik bagian depan atau belakang.
  • Pastikan air membasuh seluruh bagian kulit.
  • Menyela rambut dan bulu tebal supaya kulitnya terbasuh air.
  • Jika menyentuh kemaluan saat mandi wajib, maka harus berwudhu kembali diakhir mandi wajib.