Harga Beras Semakin Naik, Rakyat Tercekik

Harga Beras Semakin Naik, Rakyat Tercekik

Beras merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat indonesia. Beras menjadi konsumsi utama masyarakat indonesia dalam memenuhi kebutuhan karbohidrat harian mereka. Maka tak ayal jika harga jual beras sangat krusial bagi masyarakat indonesia. Meskipun sedikit, kenaikan harga pangan selalu membuat susah rakyat kecil.

Pada bulan juni dan juli 2020 ini harga beras terus merangkak naik sedikit demi sedikit. Jika dihitung berdasarkan persentase memang kenaikan harga beras kualitas premium hanya sebesar 0.95 persen. Namun kenaiknan ini dianggap sangat signifikan oleh kebanyakan masyarakat terutama masyarakat dengan penghasilan kurang.

Harga Kebutuhan Pokok Naik

Tak hanya beras, harga kebutuhan pokok lainnya juga ikut merangkak naik. Padahal saat ini masyarakat sedang dipusingkan dengan masalah pandemi corona yang belum jelas kapan akan berakhir. Suasana yang serba sulit ini tentunya memaksa pemerintah harus bekerja ekstra keras untuk memecahkan berbagai masalah.

Dalam video berdurasi 1 menit 36 detik yang diunggah oleh kompas pada akun youtube nya tampak presiden indonesia joko widodo menyentil menteri perdagangan lantaran harga kebutuhan pokok yang naik pada saat pandemi. Dalam video tersebut jokowi menyayangkan lambannya respon kementerian perdagangan untuk menstabilkan harga pasar.

Naiknya harga beras ini berimbas pada kebutuhan pokok lain seperti daging sapi, cabai, minyak curah dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Padahal harga jual beras dari petani tidak mengalami kenaikan sejak maret 2020 lalu. Masih belum bisa diketahui secara spesifik apa penyebab dari naiknya harga beras ini.

Beberapa spekulasi menyatakan bahwa naiknya harga beras ini dikarenakan oleh terhambatnya jalur distribusi bahan pangan ke daerah-daerah akibat adanya wabah corona. Namun spekulasi tersebut masih belum bisa dipercaya sumbernya karena belum berdasarkan bukti lapangan dan penelusuran yang kuat.

Pendapatan Masyarakat Menurun

Adanya pembatasan sosial berskala besar ini membuat banyak masyarakat terpaksa harus menunda pekerjaannya bahkan tak sedikit yang harus kehilangan pekerjaan akibat adanya wabah corona. Daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah juga ikut anjlok akibat berkurangnya pemasukan dari masyarakat.

Kini terdapat dua pilihan yang bisa diambil oleh masyarakat yakni mengambil resiko tertular virus corona atau tetap di rumah hingga tabungan terkuras habis. Kedua pilihan tersebut tentunya sangat sulit bagi masyarakat dan banyak dari mereka yang mengambil resiko untuk tetap bekerja meskipun di masa pandemi seperti saat ini.

Dalam menanggulangi hal tersebut pemerintah mengeluarkan protokol kesehatan yang tertuang dalam peraturan kementerian kesehatan nomor 328 tahun 2020 tentang protokol kesehatan yang harus dilakukan untuk menjaga para pekerja dan masyarakat dari paparan virus corona.

Sayangnya meskipun pemerintah telah mengeluarkan protokol kesehatan masih saja banyak masyarakat yang mengacuhkan imbauan pemerintah tersebut. Akibatnya saat ini jumlah pasien pengidap corona di indonesia terus meningkat setiap harinya. Tentunya ini akan menjadi sebuah pukulan keras bagi perekonomian rakyat indonesia.

Apabila masyarakat belum bisa mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona dengan benar, maka potensi akan kenaikan harga bahan pokok akan terus ada. Dan hal ini tentunya akan membuat rakyat kecil semakin tercekik lehernya akibat daya beli yang semakin hari semakin menurun.

Satu-satunya solusi yang saat ini bisa memulihkan daya beli dan pergerakan ekonomi adalah dengan mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah agar jalur distribusi sembako kembali lancar dan kestabilan harga bahan pangan di pasaran kembali stabil. Tak ada gunanya bertaruh nyawa di jalan ketika pulang tidak membawa makanan.